Perkembangan gametofit
jantan dimulai saat terbentuknya mikrospora, kemudian
dilanjutkan pada saat setelah penyerbukan. Perbedaannya dengan tumbuhan paku
adalah generasi gametofit tumbuhan biji lebih kecil, perkembangannya lebih
terlindungi, dan ketergantungan hidup terhadap generasi sporofitnya (tumbuhan
induknya) lebih tinggi.
Mikrospora berkembang
menjadi serbuk sari setelah keluar dari dalam kotak spora. Pada saat penyerbukan, serbuk sari yag jatuh di kepala
putik akan berkembang membentuk buluh serbuk sari. Di dalam buluh
serbuk sari akan terbentuk sel sperma. Pada angiospermae (tumbuhan biji
tertutup), yang disebut dengan generasi mikrogametofit adalah buluh serbuk sari. Sedangkan yang disebut
generasi megagametofit (makrogametofit) adalahkantong lembaga (kantong embrio).
Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma,
maka terbentuklah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio (lembaga) di
dalam biji. Saat biji berkecambah, embrio akan berkembang lebih lanjut menjadi
kecambah, kemudian menjadi tumbuhan muda, dan akhirnya tumbuhan dewasa.
Tumbuhan dewasa menghasilkan bunga, dan seterusnya daur hidupnya dimulai
kembali.
1.
Metagenesis pada Hewan
Beberapa jenis Avertebrata juga mengalami
pergiliran keturunan, contohnya pada ubur-ubur. Ubur-ubur hidup di laut. Dalam
daur hidupnya, ubur-ubur mengalami pergilira keturunan, yaitu fase polip yang
menetap di dasar perairan dan fase medusa yang dapat berenang bebas.
Polip pada ubur-ubur merupakan generasi vegetative yang berkembang
biak secara aseksual dengan cara membentuk kuncup. Medusa merupakan generasi
generative yang berkembang biak secara seksual dengan peleburan sel kelamin
jantan dan betina.
![]() |




